Another Lost


Another lost

FAKKKK... apa yang udah gua lakuin sih sebenernya??!!!

Kenapa jadi kayak gini??!!

kenapa jadi seribet ini??!! Semua karena kesalahan gua sendiri, dasar gua bodohhhh.

Terlalu banyak pemikiran jadi kayak gini kan hasilnya, i found you but because of my own problem jadi berakhir kehilangan lagi. Fukin hurting deep inside arghh....

Kalo gua gak mikir terlalu jauh gak akan gini akhirnya. Kenapa niatan baik dalam diri gua selalu berjalan dengan tragis. Padahal kalo dari awal gua jalanin apa adanya senormalnya aja, ini akan berjalan dengan mulus dan ga akan berakhir kayak ginii.

Read the page about my life support before to understand well about this story.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ok so this is the story,

Akhirnya gua menemukan orang yang menjadi my life support ( mls ). And you know what selain gua menjadikan dia mls segala pesan yang diberikan eyang gua tentang “kalau cari pasangan orang jawa ya, kalau bisa yang umur nya dibawah kamu”. Oh god, ini udah kayak semesta mendukung juga rasanya.

Lanjut, berawal dari gua melihat nya di twitter, secara sadar gua langsung menempatkan dia di posisi mls ini. Tidak berharap lebih dalam artian melakukan contact dalam bentuk apapun namun entah kenapa ketika dia ngefollow instagram gua itu membuat pendirian gua yang hanya untuk admiring dia saat ini mejadi goyah. Entah kenapa ini seperti “apa ini cuma kebetulan?”, disaat gua menemukan orang yang dianggap mls dan berharap sebatas mengagumi nya saat ini cukup dan tidak mengharapkan lebih, kenapa tiba-tiba dia follow gua yang membuat goyah untuk bertindak lebih dari sekedar menjadikan mls dengan cara mengaguminya saja.

Kalau ditanya,

Q : Kok bisa segampang ini lu bikin dia jadi mls?

A : dia pernah menjadi bagian dari orang yang gua sukai dulu, namun karena terhalang janji dengan seseorang yg telah menjadi masa lalu saya saat ini. Jadi tidak bisa bertindak lebih dari orang yg mungkin istilahnya ttm kali ya hahaha.

Lanjut, setelah dia follow instagram gua dan gua mulai berpikir “if i want her to be mine in a future, gua harus mulai seenggak nya keep contact. Mulai dengan membuat dia notice “hey this is me, im here, im alive” dengan cara tiap di ngepost gua bikin diri gua menjadi orang yg like nya di akhir-akhir, karena dengan itu mungkin notifikasi di hp nya akan ada namaku seorang wkwkwk. Hal itu gua lakuin sampai beberapa post instrgram selanjutnya dari dia. Merasa sudah cukup dengan hal tersebut, akhirnya gua lanjutkan dengan me-reply instastory nya dengan sedikit candaan. Disitu gua merasa apakah dia menerima candaan itu atau malah justru merasa ilfil karena ya gua kan lama gak ada contact sama dia dan tiba-tiba gua muncul dengan membuat candaan, “who are you? Lu gada kabar lama tiba-tiba nge-reply instastory kayak gitu?!” itu yang gua pikirin setelah mendapat respon dari dia, tapi alhamdulillah ternyata engga seperti yang gua bayangkan itu.

Karena pada awalnya tujuan gua adalah just keep contact, yaudah akhirnya gua menjaga waktu untuk kapan nih harus contact dia nih kira-kira yaa?. Tapi karena hati ini yang terlalu senang dan tidak sabaran karena mendapat respon positif dari nya, akhirnya saya mencari topik untuk dapat bicara ( not literally bicara dengan omongan ) dengan nya walaupun hanya dari dm, cukup susah ternyata deketin orang yaa:’) berawal dari topik yang serius akhirnya seiring berjalannya waktu lama kelamaan perbiacaan makin santai and i feel like “yess progress berjalan lancar, soon kalau gua merasa cukup layak gua akan ungkapin semua nya ke dia, SOON!!” ohiya soon disini bukan dalam waktu hari, minggu ataupun bulan, tapi soon disini bisa dibilang dalam waktu tahunan karena gua punya komitmen kalau udah ada yang langsung nikahin aja gausah pacaran atau paling engga kita buat komitmen dulu lahhh. Dan kebetulan dia 2 tahun dibawah gua dan seakarang dia sedang menempuh pendidikan di negeri tetangga, pass banget deh pokoknya, berarti gua punya waktu 2 tahun untuk saat ini sampe dia lulus dan dalam waktu 2 tahun tersebut gua akan mempersiapkan diri seenggaknya untuk ketemu dia face to face dulu aja. Bukan berarti dalam 2 tahun gua langsung lamar dia, gua merasa waktu 2 tahun ini adalah kesempatan gua untuk menunjukan kelayakan gua dulu sebagai orang yang akan nanti nya akan menjadi pendamping hidup #eaaa. Singkat cerita, kenapa  waktu 2 tahun ini merupakan peluang gua untuk bertemu?, karena pertama dia memiliki strata di atas gua jauh cuyy, gua punya pengalaman dengan seseorang dengan strata yang lebih tinggi dari gua walaupun ga setinggi dia yang sekarang jadi mls ini, disaat gua lagi jatuh dia dengan mudah mencari seseorang yang bisa memprovide dia lagi dan perjuangan gua selama ini, janji dia selama ini cuma jadi hal bullshit, dan gua dipandang rendah karena strata dia lebih tinggi baik dari dia ataupun keluarganya ( i guess ). Gua tau ga semua orang kayak gitu tapi untuk menghindari hal itu terjadi seengaknya dengan waktu 2 tahun ini gua bisa meyakinkan kalau gua tuh bisa berkembang loh, gua tuh layak loh nantinya, dengan gua masa depan lu akan baik baik aja.

Dengan progess yang sesuai harapan akhirnya karena rasa ingin tahu ( kepo ) yang sangat tinggi membuat gua mencari tau tentang dirinya lebih dalam, berawal dari mencari draft chat dengan dia di yahoo messenger yang sekarang udah gabisa dipake dan datanya gabisa dicari :( lalu mencari draft dm twitter dengan dia yang gataunya gada ternyata semua nya di YM itu :( mencari twit and replies twitter dengan dia yang ternyata cuma sedikit, akhirnya kepo liat ke profile timeline twitter dia yang ternyata udah di blokir twitter nya :(((( tidak habis akal akhirnya aku mencari berdasarkan username instagram dia di twitter, and GOTCHAA!!!. Setelah banyak kegagalan akhirnya i found it, scroll scroll scroll sampe ke titik dimana dia nge twit bahwa dia mencari draft chat dengan cinta pertama nya di YM, belom merasa ke ge-er an siapa tau dia ym yang lain selain sama gua waktu itu kan, lanjut di post berikut nya dia bercuit tentang dia menemukan bahwa “dia menemukan bahwa gua pake kalung ( maybe ) yang tertulis nama dia disitu dan gua menggunakannya di depan seluruh kelas”. Helloooo, it’s mee, i knew it, cuma gua yang bikin kalung itu cuyy, nextt, i found another twit yang dimana di ngescreenshot notifikasi gua like foto instagram dia dan disitu gua merasa gua berhasil bikin dia notice. Dengan 3 twit tersebut membuat gua “YUHUUUU ternyata gak sebelah tangan, ternyata selama ini dia masih inget gua, ternyata oh ternyataaaa.....ketawa tawa sendiri gua sampe ditanyain orang rumah kenapa wkwk”.

Dann...KESALAHAN besar terjadi setelahnya yang membuat semua berubah,

Dikarenakan 3 twit di twitter tersebut membuat gua berpikir

“Gimana kalau dia nungguin action gua?”

 “Gimana kalau dia ganerima keputusan atau tindakan gua yang dimana karena 3 twit tersebut gua merasa dia memiliki perasaan yang sama dengan gua dan tidak menerima kalau gua mau berkomitmen dan bukan pacaran”

“Gimana kalau dia nanti gabisa terima keadaan gua saat ini yang strata nya jauh lebih rendah??”

“Gimana? Gimana? Gimana?”

Dengan semua pemikiran itu membuat salah bertindak membuat semuanya menjadi rumit, Yang seharusnya dari awal yaudah jalanin aja nikmati progress nya. Karena semua pemikiran itu akhirnya gua berinisiatif untuk membuat dia tau “how about my feeling, tau semua pemikiran gua, tau kondisi gua saat ini” sehingga dia bisa membuat keputusan sendiri untuk tetep keep contact sama gua apa engga daripada dia gatau apa-apa soal pemikiran gua dan ketika dia tau nanti dia kaget dan kecewa lebih baik dia tau semuanya dan bisa buat keputusan dari awal sehingga dia bisa menghindari kekecewaan tersebut. Niat gua baik cuyyy, gua gapengen dia salah milih orang, gua gamau di kecewa diakhir, gua gamau nyakitin hari orang lagi. Gua rela mengorbankan mls itu sendiri agar dia gak sakit hati di akhir nya, cukup gua aja yang sakit karena harus melepas harapan gua yang sangat tinggi itu pada mls. TAPI KENAPAAA DIA GAK PAHAM HAL ITUUU??!?!?!? WHYYY?!?!?!?.... apa yang kamu mau denger dariku, apa yang mau kamu tau dariku, what do you from me to do for you? PLEASE TELL ME, gua akan mendengarkan dan melakukan semampu gua atas segala yg lu mau dari guaa.

Dan seketika respon dia berubah setelah gua mulai tindakan pertama yaitu me-like 3 cuitan twitter nya itu, kenapa?? Apa yang lu pikir?? Apa yang lu rasainn?? Gua gatauuuu, pliss kasih tau gua. Bilang kalo gua salah, bilang kalo lu gasuka digituin, bilang kalo lu marah, PLIS BILANGGGG!!!, lu bilang kalau gua gakenal siapa lu?? Kalo gitu kenalin, bilang dong plis, janganlah sedingin itu, gua punya perasaan juga, gua gatau harus gimana, lu gatau betapa pusing gua mikir untuk membalas tiap kata-kata dari luu, please let me know so i know what should i do. Plis hargain atas keberanian gua mengungkapkan perasaan itu, hargain atas keberanian gua bercerita semua hal tersebut. mls bukan sekedar sayang atau cinta tapi lebih dari itu. Tapi yaudahlah gua juga gaberani ngomong kayak gitu, cukup simpan dalam hati, mungkin dia ga paham situasi kayak gini, bukan salah dia juga kok karena memang history make personality, emang gua nya aja yang terlalu berharap dan berpikir terlalu rumit.

Memang kesalahan gua yang berpikir terlalu kritis, dan melihat perubahan sifat dia kepada gua, akhirnya gua mengambil kesimpulan bahwa kesalahan gua merupakan hal yang fatal dan tidak bisa diperbaiki dengan cara seperti ini. kalau gua bertindak sebagaimana arus yang ada pasti gak akan kayak gini. Berat sekali mencabut harapan yang telah gua tanam dicabut kembali. Sekali kembali mencoba untuk bersikap seperti biasa namun ternyata nasi sudah menjadi bubur, keadaan gabisa seperti awal dimana kita melakukan conversation di instagram. Entah kenapa perasaan ini mengatakan, “you’ve made big mistake, lu buat kesalahan sendiri yang ngancurin diri lu sendiri, lu ngebuat dia menjauh dari diri lu, lu bikin dia ilfil, you cannot fix it, let her go.

Dan akhirnya gua membuat keputusan untuk membuat salam perpisahan, disitu gua berkata.

“At least let me to admiring you until the day i think that i can’t afford to chase after you anymore or you have your own love”

And

Disitu gua bilang kalo gua janji ga akan ganggu lagi setelah ini.

But

SHIT, THATS NOT WHAT I WANT

Gua gamau ngomong gitu, i want you to be mine, gua mau ganggu lu terus, gua mau kembali ke saat we did a good conversation. Gua mau mau lu jadi tempat gua bercerita. Gua mau lu jadi sosok tempat gua menumpahkan perasaan gua. Menjadi sosok yang menjadi alasan gua untuk maju. Gua gamau ini berakhir seperti ini. Gua mau mulai dari awal lagi!!

Disini gua mau minta maaf kalau dulu saat junior high school gua ilang gitu aja, gua disitu punya janji yang harus gua tepati, kalau bukan karena janji itu mungkin akan berbeda lagi cerita nya saat ini. But trust me that,

 I want you to be my life support drey. until this page deleted

Komentar